Serach

Statistik

Tampilkan postingan dengan label internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label internasional. Tampilkan semua postingan

Pengadilan Mesir Bubarkan Partai Politik Pimpinan Mubarak

Pengadilan Mesir, Sabtu (16/4), memerintahkan pembubaran partai politik yang dipimpin mantan Presiden Hosni Mubarak. Ini demi memenuhi tuntutan gerakan prodemokrasi yang telah mengakhiri pemerintah otoriter 30 tahunnya.

Pembubaran Partai Demokrat Nasional (NDP) kemungkinan akan meredakan lebih jauh para pemrotes untuk menghentikan demonstrasi baru setelah dewan militer yang kini menguasai Mesir awal pekan lalu memerintahkan Mubarak ditahan untuk diperiksa menyangkut tuduhan korupsi terhadapnya.

NDP menguasai politik Mesir sejak didirikan oleh orang yang digantikan Mubarak, Anwar Sadat, pada 1978. Banyak warga Mesir menganggap partai itu merupakan lambang korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan yang membantu memicu protes dan memaksa Mubarak mundur Februari lalu.

"Tidaklah logis lembaga-lembaga rezim lama tetap dipertahankan, kini rezimnya sendiri telah jatuh," kata Pengadilan Tinggi Administrasi dalam sebuah pernyataan.

Pengadilan itu juga memerintahkan penyitaaan aset NDP dengan semua dananya dikembalikan kepada negara. Alasannya, uang itu sesungguhnya adalah uang rakyat.
Minggu, April 17, 2011 | 0 komentar | Read More

Perompakan Ganggu Impor Sarung Indonesia

Akibat perompakan yang marak di perairan Somalia dalam beberapa tahun terakhir, kerjasama perdagangan Indonesia dan Somalia terancam. Terutama yang paling terkena imbasnya adalah impor sarung asal Indonesia, yang merupakan tren utama masyarakat Somalia.

Duta Besar Somalia untuk Indonesia, Muhamud Olow Barow, pada Jumat, 15 April 2011, mengatakan bahwa sarung merupakan tren yang tidak terpisahkan dari warga Somalia. Barow mengatakan bahwa hampir seratus persen warga Somalia menggunakan sarung dalam keseharian mereka.

"Mulai dari raja sampai presiden, semuanya menggunakan sarung. Sarung itu enak dipakai ketika selesai bekerja. Sarung Indonesia paling banyak diimpor, karena katunnya bagus," ujar Barow.

Berkat tren bersarung inilah Indonesia menjadi pengimpor sarung terbesar bagi Somalia. Terhitung setiap tahunnya, sedikitnya 20 juta potong sarung diimpor Somalia dari Indonesia.

"Yang paling mahal adalah sarung dari Solo, sekitar US$15 sampai US$40," ujar Barow.

Namun, sejak perompakan marak di perairan Somalia dalam beberapa tahun terakhir, perdagangan sarung semakin sulit karena tidak ada yang berani melintasi perairan menuju Somalia. Sarung asal Indonesia diimpor dari Uni Emirat Arab atau Dubai melalui jalur darat.

"Akibat perompakan, kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Somalia menurun hingga 60 persen," ujar Barow.

Tidak hanya sarung, impor dari Indonesia lainnya yang terancam adalah semen. Menurut Barow semen Indonesia berkualitas lebih baik daripada semen dari negara lain. Dia mencontohkan, satu karung semen dari Indonesia dapat mencampur hingga 20 sak pasir, sedangkan semen dari negara lainnya hanya 10 sak pasir.

"Ini berarti semen dari Indonesia seluruhnya semen, tanpa campuran," ujarnya.

Selain sarung dan semen, berbagai produk asal Indonesia lainnya juga terancam tidak dapat lagi dinikmati oleh warga Somalia, diantaranya adalah detergen, sabun mandi, dan minyak goreng.
Jumat, April 15, 2011 | 0 komentar | Read More

Kulit John Horwood Dijadikan Tali Pengikat Buku Kasus Pembunuhan

LONDON - John Horwood dihukum gantung pada 1821 setelah dinyatakan bersalah membunuh mantan pacarnya, Eliza Balsom, dengan batu kerikil. Jasad Horwood  Rabu (13/4) ini akhirnya bisa dikuburkan setelah tergantung di lemari Universitas Bristol hampir selama 190 tahun.
Setelah dihukum mati dengan cara digantung, jasad Horwood digunakan untuk keperluan pembedahan. Di depan 80 orang, Dr Richard Smith memimpin proses pembedahan jasad Horwood tersebut.
Ada fakta yang mengerikan tentang pembedahan jasad Horwood. Kulit Horwood ternyata digunakan sebagai tali untuk mengikat buku tentang kasus pembunuhan. Buku itu hingga sekarang masih dipajang di kantor Bristol Records.
"Saya marah karena makhluk yang bernama Dr Richard Smith itu bisa melakukan sesuatu yang begitu biadab. Hal ini mengerikan dan benar-benar tidak bermartabat,'' ujar Mary Halliwell kepada Bristol Evening Post. John Horwood adalah saudara laki-laki dari kakek buyut Mary Halliwell.
Pengakuan John Horwood 
John Horwood akan dimakamkan di samping kuburan ayahnya, Thomas Horwood. Pada 11 April 1821, John Horwood divonis hukuman mati. Dua hari kemudian dia akhirnya digantung.
Setelah putus dari Eliza Balsom, John Horwood memang pernah mengancam mantan pacarnya tersebut. John Horwood mengancam akan memotong-motong tulang Eliza Balsom jika ketahuan berjalan dengan pria lain.
John Horwood, yang ketika itu berusia 18 tahun, melemparkan kerikil ketika Eliza Balsom sedang melintas di sebuah sungai di Bristol. Lemparan batu kerikil Horwood sebenarnya tidak menyebabkan luka serius. Tapi, Balsom meninggal dunia setelah menderita infeksi ketika dokter bedah mengebor sebuah lubang di kepalanya untuk mengurangi tekanan darah yang terus keluar. Horwood pun akhirnya dinyatakan bersalah atas kematian Balsom dan kemudian dihukum mati.
 Di akhir-akhir hidupnya, John Horwood mendekatkan dirinya pada Tuhan. Sebelum akhirnya dihukum gantung, John Horwood menyempatkan untuk menuliskan pesan wasiat. "Tuhan, Engkau tahu bahwa aku tidak bermaksud untuk mengambil nyawanya (Eliza Balsom). Aku hanya ingin menghukum dia. Meskipun, aku mengakui bahwa aku sempat mengambil keputusan untuk membunuhnya."
Rabu, April 13, 2011 | 0 komentar | Read More

Tidak Murah, Patroli Anti Perompak Somalia

Pemerintah Indonesia tengah mempertimbangkan berbagai opsi untuk menindak para perompak Somalia di Teluk Aden. Salah satu opsi adalah mengirim pasukan TNI.
Sejumlah negara sudah mengerahkan pasukan untuk berpatroli di Teluk Aden, dalam rangka mengamankan kapal-kapal dagang dari ancaman perompakan. Namun, untuk melakukan patroli itu butuh biaya besar.

Menurut analis pertahanan dari Universitas Indonesia, Connie Rahakundini Bakrie, pengiriman pasukan ke wilayah ini tidak mudah dan tidak murah.

Connie mengatakan bahwa sebelum melakukan pengiriman, pemerintah harus terlebih dahulu melakukan perhitungan secara rinci mengenai seberapa sering jalur ini kita gunakan, kapal jenis apa saja dan bermuatan apa saja, lalu berapa banyak kapal dan nilai perdagangan didalamnya.

"Lalu memikirkan apakah kita akan ikut juga bergabung pada International Recommended Transit Corridor (IRTC) , Naval taskforce dari GCC Navies di masa mendatang dan juga ikut mendukung dibentuknya Maritime Security Centre di Horn of Africa," ujar Connie kepada VIVAnews, Rabu, 13 April 2011.

Masalahnya, berapa besar anggaran yang dibutuhkan Indonesia untuk mengirim patroli ke Teluk Aden? Menurut Connie, pengiriman satu saja kapal TNI AL untuk mengawal pengiriman barang di teluk ini akan memakan biaya hingga US$10 juta atau sekitar Rp86,5 miliar per tahunnya.

"Jelas anggarannya harus diadakan dan disiapkan untuk mengirimkan dan menggelar kekuatan TNI AL kita sampai kesana dan kemudian menjadi bagian dari gugus tugas yang di tahun 2009 saja sudah mencapai  jumlah warships anti-piracy patrols  di area Teluk Aden sebanyak 20-23 kapal dari berbagai negara," ujar Connie, yang kini juga dikenal sebagai Direktur Eksekutif Institute of Defence and Security Studies,

Selain itu, Indonesia juga harus rela berbagi wilayah patroli di Teluk Aden dengan puluhan negara lainnya yang tergabung dalam beberapa gugus tugas. Semua negara ini berkepentingan untuk melindungi warga negara sendiri.

"Bayangkan saja gugus tugas ini terdiri dari representasi negara-negara G20, Coalition Task Force 151 (CTF 151)  yang dikoordinir dari Bahrain dibawah komando Fifth Fleet dari AL Amerika Serikat, lalu ada juga Operation ‘Atlanta’ European Union Naval Force (EUNAVFOR) selain NATO Maritime Group (SNMG 2). Ini belum termasuk patroli independen termasuk kapal-kapal milik China yaitu CTF 525 dari PLAN, Russia, India, Iran, Japan, dan Korea Selatan," jelas Connie.

Jika sudah ditetapkan akan turun, jelas Connie, maka TNI AL harus melengkapi kapal-kapal yang akan dikirimkan dengan berbagai perangkat tempur yang dibutuhkan, hal ini tentu saja akan menambah bengkak anggaran.
Dia mengaku pesimis pemerintah memiliki anggaran untuk menurunkan pasukannya ke Teluk Aden.

"Tetapi kembali pertanyaannnya apakah sedemikian sederhana men- deployed TNI AL kita kesana kalau operasi pengamanan Selat Malaka saja kita masih berteriak kekurangan bahan bakar. Ironis kan?" ujarnya.
Rabu, April 13, 2011 | 0 komentar | Read More
 
HEAD LINE NEWS | JIKA ANDA INGIN BERIKLAN BERSAMA KAMI, SILAHKAN HUBGUNI KAMI UNTUK LAYANAN BERIKLAN BANNER DI HALAMAN BLOG KAMI