LONDON - John Horwood dihukum gantung pada 1821 setelah dinyatakan bersalah membunuh mantan pacarnya, Eliza Balsom, dengan batu kerikil. Jasad Horwood Rabu (13/4) ini akhirnya bisa dikuburkan setelah tergantung di lemari Universitas Bristol hampir selama 190 tahun.
Setelah dihukum mati dengan cara digantung, jasad Horwood digunakan untuk keperluan pembedahan. Di depan 80 orang, Dr Richard Smith memimpin proses pembedahan jasad Horwood tersebut.
Ada fakta yang mengerikan tentang pembedahan jasad Horwood. Kulit Horwood ternyata digunakan sebagai tali untuk mengikat buku tentang kasus pembunuhan. Buku itu hingga sekarang masih dipajang di kantor Bristol Records.
"Saya marah karena makhluk yang bernama Dr Richard Smith itu bisa melakukan sesuatu yang begitu biadab. Hal ini mengerikan dan benar-benar tidak bermartabat,'' ujar Mary Halliwell kepada Bristol Evening Post. John Horwood adalah saudara laki-laki dari kakek buyut Mary Halliwell.
Pengakuan John Horwood
John Horwood akan dimakamkan di samping kuburan ayahnya, Thomas Horwood. Pada 11 April 1821, John Horwood divonis hukuman mati. Dua hari kemudian dia akhirnya digantung.
Setelah putus dari Eliza Balsom, John Horwood memang pernah mengancam mantan pacarnya tersebut. John Horwood mengancam akan memotong-motong tulang Eliza Balsom jika ketahuan berjalan dengan pria lain.
John Horwood, yang ketika itu berusia 18 tahun, melemparkan kerikil ketika Eliza Balsom sedang melintas di sebuah sungai di Bristol. Lemparan batu kerikil Horwood sebenarnya tidak menyebabkan luka serius. Tapi, Balsom meninggal dunia setelah menderita infeksi ketika dokter bedah mengebor sebuah lubang di kepalanya untuk mengurangi tekanan darah yang terus keluar. Horwood pun akhirnya dinyatakan bersalah atas kematian Balsom dan kemudian dihukum mati.
Di akhir-akhir hidupnya, John Horwood mendekatkan dirinya pada Tuhan. Sebelum akhirnya dihukum gantung, John Horwood menyempatkan untuk menuliskan pesan wasiat. "Tuhan, Engkau tahu bahwa aku tidak bermaksud untuk mengambil nyawanya (Eliza Balsom). Aku hanya ingin menghukum dia. Meskipun, aku mengakui bahwa aku sempat mengambil keputusan untuk membunuhnya."
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentr jika artikel berita kami menurut Anda baik dan berguna!