Serach

Statistik

Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan

Ada 120 Ribu Spesies Ulat Bulu di Dunia

Ulat-ulat yang saat ini merajalela di berbagai daerah di Indonesia bukan dari jenis (spesies) yang sama dengan yang menyerang tanaman mangga di Probolinggo, tempat pertama kali ledakan populasi ulat bulu diberitakan.

Hal itu dikatakan pakar ulat Prof Dr Aunu Rauf yang juga Guru Besar Ilmu Hama Tanaman Institut Pertanian Bogor (IPB) di Jakarta, Jumat (15/4).

Diberitakan di media massa bahwa serangan ulat bulu telah menyebar ke Pasuruan, Banyuwangi, Bojonegoro, Yogyakarta, Sumedang, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bali, bahkan Bekasi dan terakhir Tanjung Duren, Jakarta.

"Tapi melihat foto ulatnya dari televisi dan jenis tanaman yang diserangnya, saya yakin bahwa ulat-ulat tersebut umumnya berbeda jenisnya. Di Probolinggo menyerang mangga, di Bekasi menyerang semak-belukar, di Banyuwangi menyerang mindi, di Bali menyerang kenanga, dan di Tanjung Duren menyerang cemara," katanya.

Dikatakannya, ada sekitar 120.000 spesies ulat yang hidup di muka bumi ini.

Namun mengapa populasinya meledak secara bersamaan, menurut dia, terkait dengan datangnya musim kemarau, di mana hampir semua jenis hama termasuk berbagai jenis ulat, populasinya meningkat, dipicu lagi oleh musim hujan yang berkepanjangan selama 2010.

Ledakan ulat Cricula trifenestrata pada alpokat atau kedondong, misalnya, adalah sesuatu yang umum terjadi hampir setiap tahun. Ulat ini bahkan menyebabkan seluruh daun dilahap sehingga tajuk pohon menjadi gundul, dan diyakini justru merangsang terjadinya pembungaan.

Sejarah mencatat pula adanya ledakan ulat jenis yang lain, misalnya ulat jambu (Trabala vishnou) pada pohon jambu biji di Pasar Minggu tahun 1980, ulat kenanga (Maenas maculifascia) di pohon kenanga di Bogor tahun 1985.

Juga ulat flamboyan (Pericyma cruegeri) di pohon Flamboyan di Bogor tahun 1994, ulat rambutan (Hyperaeschrella insulicola) di pohon rambutan di Subang hampir setiap tiga tahun.

Sedangkan ulat yang ada di Probolinggo, menurut dia, dipastikan adalah jenis Arctornis submarginata. Jenis ini juga termasuk dalam famili Lymantriidae yang dikenal sebagai pelahap daun (defoliator).

"Sebelum terjun ke lapangan, saya menduga ulat yang meledak populasinya di Probolinggo dari jenis Lymantria marginata atau Lymantria beatrix, kedua jenis ulat ini ditemukan menyerang mangga di Bogor. Tetapi jenis ulat yang sedang mewabah ini corak tubuhnya lain dan belum pernah jadi hama sebelumnya," kata Aunu.
Minggu, April 17, 2011 | 0 komentar | Read More

Rutan Salemba Kembali Ricuh, Satu Napi Tewas

Rutan Salemba
Perseteruan yang menelan korban tewas terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta. Seorang napi tewas seusai bertikai dengan teman sesama napi di dalam rutan.

"Ini pertikaian napi versus napi, jadi satu lawan satu kejadiannya," kata Kapolsek Cempaka Putih Kompol Djoko Dh ketika dihubungi di Jakarta, Minggu (17/4).

Napi yang tewas diketahui bernama Erwin Siahaan. Korban diduga mengalami pendarahan akibat luka sayat di pergelangan tangan kirinya.

Pelaku Ridwan Siregar merupakan napi kasus pencurian yang menghuni Rutan Salemba sejak 4 Januari 2011. Sedangkan korban Erwin Siahaan merupakan tahanan titipan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Barat kasus pencopetan.

Erwin diperkirakan meninggal dalam perjalanan ketika dilarikan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta. "Barang bukti yang diamankan pisau yang digunakan pelaku ketika bertikai. Tusukan pisau kena di lengan kiri korban sampai mengenai urat nadinya. Korban meninggal di perjalanan," jelas Djoko.

Diduga motif yang melatarbelakangi pertikaian ini adalah sakit hati yang berawal dari urusan pribadi kedua napi yang bertikai.

Ketersinggungan muncul akibat permasalahan uang diminta oleh korban tidak diberikan oleh pelaku. Namun kepolisian mengatakan pihaknya akan mengembangkan motif yang memicu pertikaian itu.

"Motifnya tersinggung. Satu orang minta uang, yang satu ngasih uang tapi tidak sesuai dengan permintaan. Kami masih akan mengembangkan lagi," paparnya.

Atas perbuatannya ini, pelaku dijerat Pasal 351 ayat 3 tentang Penganiayaan yang menyebabkan kematian. Ridwan juga terancam dikenakan hukuman penjara selama 9 tahun.

Sedangkan Kepala Rutan Salemba Slamet Prihantara belum dapat dihubungi oleh melalui sambungan telepon maupun pesan singkat.
Minggu, April 17, 2011 | 0 komentar | Read More

Mengapa polisi jadi target. Mengapa di Cirebon.

PELAKU BOM
Bom bunuh diri meledak di Masjid  Az Dzikra di kompleks Mapolresta Cirebon, Jumat pukul 12.35 Waktu Indonesia Barat. Terjadi di tengah Salat Jumat -- hanya sesaat setelah imam mengumandangkan takbir pertama, “Allahu Akbar”.
Suara ledakan keras terdengar hingga radius 500 meter. Warga sempat mengira, itu suara ledakan ban truk.  Tapi, “Saya melihat banyak polisi berdarah-darah berhamburan keluar Masjid,” kata saksi mata, Siti Khotijah, kepada house berita Jumat 15 April 2011.
Di dalam Masjid sesosok mayat tergeletak di atas karpet sajadah merah. Dia memakai pakaian serba hitam. Celana hitam baju juga hitam. Dia juga memakai rompi berwarna hitam.  Isi perutnya terburai, dikoyak ledakan bom itu.“Badan hancur, perut hancur, namun  wajah utuh,” kata saksi mata, anggota Polresta Cirebon, Bripta Adesa Sembiring.
Lelaki itulah yang diduga polisi sebagai penyebab malapetaka ini.  Si pelaku bom bunuh diri itu belum diketahui identitasnya. Sejumlah saksi mata menuturkan bahwa pria ini datang mengenakan kopiah hitam. Seperti jamaah lain yang datang salat Jumat. Dan itulah sebabnya para polisi yang salat di situ tak menaruh sak wasangka.
Polisi menduga bom dirangkai di dalam rompi.
Motif dan jaringan si pelaku memang masih diselidiki. Tapi polisi menduga si bomber ini memang mengincar polisi.  Jika tidak, “Kenapa dia  harus masuk ikut salat? Masjid itu memang tempat salat Jumat polisi di sana,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Anton Bahrul Alam di Jakarta, Jumat siang.
Dugaan Anton Bahrul Alam disokong sejumlah hal. Tempat ledakan itu di Masjid di Mapolresta, diledakan saat salat Jumat ketika hampir semua petinggi polisi kota itu hadir di situ. Para korban yang luka parah memang hampir semuanya polisi. “Kapolresta, Kasubag SDM, Kasat Lantas, dua anggota provos, dua PNS menjadi korban,” kata Anton.
Sesaat sebelum bom meledak, sejumlah saksi melihat pelaku maju menghampiri  dan berdiri di belakang Kapolresta Cirebon, Ajun Komisaris  Besar Polisi (AKBP) Herukoco yang salat di barisan depan.  "Pelaku salat di dekat Kapolres," kata mantan Kapolda Jawa Timur itu. Dekat dengan sumber ledakan itu, Herukoco luka parah. Tangan dan punggung penuh luka.
Ledakan barang laknat di Cirebon itu menyebabkan 26 orang luka parah. Dari jumlah itu, kata Wakil Kapolri Komisaris Jenderal (Komjen) Nanan Soekarna, "Empat PNS, 1 imam masjid, dan 21 anggota Polri,” kata dia. Satu korban tewas yang diduga sebagai pelaku itu.
Kepala Bagian Administasi Rumah Sakit Pelabuhan Cirebon, Yeni R, menuturkan bahwa dari sejumlah korban itu, "Satu kritis dan satu orang matanya terluka parah terkena serpihan bom. Yeni mengisahkan bahwa hampir semua korban yang datang ke rumah sakit dengan paku dan mur baut yang menikam tubuh.
Bom ini memang diramu dengan paku, mur dan maut. Saat bom meledak, paku, mur dan baut itu melesak dalam kecepatan tinggi menikam tubuh orang-orang di sekitarnya. Itulah sebabnya para korban terluka parah.
Modus baru?
Bom di Masjid Cirebon itu memang tak disangka. Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal Nanan Soekarna menegaskan bom di Masjid di kompleks kepolisian itu adalah modus baru. " Ini modus baru yang memaksa kita semua waspada," kata Nanan.
Ledakan bom itu memang membuat warga dan pemerintah sungguh terkejut. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto, tak habis pikir. Bagaimana bisa bom diledakkan di dalam Masjid. “Sungguh tidak terduga sasaran beralih ke tempat ibadah. Bukan hanya aparat tapi seluruh masyarakat agar waspada," kata Djoko.
Dia menegaskan bahwa selain mengutuk para pelaku bom itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan kepolisian mengusut tuntas, mengejar dan menangkap jaringan pelaku bom itu.
Meledakan bom di Masjid  di kompleks polisi memang terbilang baru. Tapi bahwa bom di dalam Masjid, petaka di Cirebon itu bukanlah kali pertama. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyad Mbai, menegaskan bahwa modus operandi seperti ini sudah pernah terjadi sebelumnya.
Misalnya, pada 1998-1999, Masjid Istiqlal pernah menjadi sasaran.  Dan pada tahun 2000, bom diledakkan di Masjid Agung Yogyakarta. "Ini sudah menjadi modus operandi dari kelompok-kelompok yang selama ini melakukan aksi seperti itu," ujar Ansyad.  Kendati demikian, Ansyad menegaskan bahwa ini bukanlah kesimpulan akhir.
Ansyad menegaskan bahwa yang paling pokok dalam pengusutan kasus ini adalah fakta di lapangan. Jenderal Bintang Dua meyakini bahwa polisi dan BNPT bisa mengendus jaringan kelompok ini. Bisa ditelusuri dari rekam jejak kelompok itu selama ini.
Senada dengan Ansyad, pakar Kriminolog dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Yesmil Anwar menegaskan bahwa aksi pemboman di kantor polisi ataupun masjid sudah merupakan hal yang biasa, dan sering terjadi. "Sekarang keduanya digabungkan dan itu ada indikasi provokasi berintensitas tinggi dari terorisme lnternasional," kata Yesmil.
Diduga, aksi bom bunuh diri di Mapolresta Cirebon itu bertujuan mengadu domba penegak hukum dengan tokoh serta umat beragama. "Namun yang saya belum mengerti kenapa lokasi yang dipilihnya Cirebon. Mungkin ada juga indikasi yang mengarah kepada motif pribadi yang melibatkan pelaku dengan Polresta Cirebon," pungkasnya.
Mengapa Cirebon
Ini memang teror pertama yang terjadi di Kota Cirebon. Dan sangat mengagetkan. Pengamat terorisme, Al Chaidar berpendapat, pemilihan lokasi di kota Cirebon itu memang di luar perkiraan. "Bisa jadi memang mereka membuat serangan acak seperti ini, untuk menunjukkan bahwa mereka makin sulit dicari, ditelusuri," kata dia, kepada House Berita, Jumat siang. Sama seperti bom buku, jelas Chaidar, mereka melakukan secara acak. Metode acak ini, lanjutnya, menunjukkan bahwa, "mereka sedang ekspansi."

Cirebon, kata Al Chaidar, sejatinya bukan basis teroris. Namun belakangan ada informasi bahwa ada rekruitmen besar-besaran di daerah Cirebon, Indramayu, Brebes, dan juga  di Bandung. Awalnya, "Bagi saya, ini aneh. Sebab, daerah ini bukan basis mereka, setelah bom meledak, baru saya pahami kenapa," kata Al Chaidar.

Al Chaidar menambahkan bahwa ada kemungkinan, para anggota teroris itu mengincar lokasi-lokasi di wilayah perekrutan. "Untuk itulah, daerah Indramayu, Brebes, Bandung, polisi harus lebih waspada."

Lalu mengapa memilih momentum serangan saat salat Jumat?  Al Chaidar berpendapat, "Mereka (kelompok teroris) Islamnya lain. Mengapa pas salat Jumat, bagi mereka, ini peluang supaya tidak dicurigai," tambah dia.  "Mereka memang memanfaatklan situasi lengah, ini yang tidak dipahami orang." Lalu, mengapa polisi yang jadi sasaran? "Polisi adalah target lokal mereka."
Senada, Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Fajar Riza Ul Haq mengatakan, Cirebon bukanlah kota yang memiliki karakteristik radikal. Kota ini nyaris tidak pernah masuk dalam orbit radikalisme di Jawa Barat. "Banyak hal ganjil dalam kasus Cirebon ini jika dilihat dari sosiologi masyarakatnya. Apapun itu, pihak kepolisian harus segera mungkin mengungkap dalang kejadian itu", ungkap Fajar dalam rilis yang diterima house berita.

Reaksi sesaat terhadap aksi-aksi teror ini hanya akan memberikan ruang bagi munculnya aksi serupa di lain waktu. Karena itu, katanya, pemerintah dan aparat kepolisian harus belajar dari terkatung-katungnya banyak kasus kekerasan atas nama agama. Ia juga menilai ada yang tidak beres dalam pengamanan dan pencegahan aksi teror bom. "Padahal, kejadian seperti ini sudah berulang kali," katanya

Pelaku halalkan darah ‘kafir’
Meski ada sejumlah petunjuk, belum diketahui siapa pelaku dan dari kelompok mana. Mantan petinggi Jamaah Islamiyah, Nasir Abbas juga mengaku belum bisa memecahkan teka-teki ini. “Saya tidak tahu siapa pelaku, saya hanya bisa komentar, pelaku berpaham takfiriyah,” kata Nasir saat dihubungi house berita, Jumat sore.
Maksudnya? Dijelaskan Nasir, pelaku menganut paham mengkafirkan. “Biarpun salat, puasa, bisa dianggap kafir jika sama-sama dengan polisi (mengkafirkan orang di luar komunitasnya),” kata dia. “Polisi juga (dianggap kafir) karena menjalankan dan setuju dengan hukum Indonesia," tambah dia.
Ketika sudah dinyatakan kafir, halal darah dan hartanya,"
Sementara, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Sutanto yakin, pelakunya masih kelompok lama. “Jaringannya tetap itu-itu saja, yang beda pelakunya," kata mantan Kapolri itu di Kantor Menteri Koordinator Bidang Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat 15 April 2011.

Sutanto berkaca pada pengalaman teror bom yang sebelumnya terjadi. Dia mengatakan, jaringan itu merektrut pelaku teror baru. "Karena tokoh-tokohnya mampu mempengaruhi, sehingga muncul pelaku baru," kata dia.
Sutanto juga berpendapat, maraknya aksi teror disebabkan lemahnya sistem hukum di Indonesia. BIN sendiri, jelas Sutanto, kesulitan dalam menangani aksi terorisme. Karena BIN hanya bisa identifikasi pelaku tanpa bisa menindaklanjuti ke proses hukum. "Mungkin hukumnya lemah. Kalau menganjurkan saja, hukum kita tidak bisa menjangkau," kata Sutanto.

Siapapun pelakunya, Menteri Agama, Suryadharma Ali meminta umat Islam tetap tenang. “Diharap tidak terpancing atas adanya tindakan-tindakan yang tak berperi kemanusiaan itu.  Serahkan tindakan kekerasan kepada pihak keamanan untuk menyelesaikannya," kata Surydharma saat membuka Mukernas Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Hotel Borobudur, Jumat 15 April 2011.
Sementara, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, bom bunuh diri di masjid membuktikan bahwa terorisme tidak ada kaitannya dengan ajaran Islam. "Ini bukti yang tak terbantahkan, bahwa, terorisme  tak identik dengan Islam dan ajaran Islam. Karena mereka juga menghancurkan masjid dan aparat," kata Hasyim saat dijumpai di Musyawarah Kerja Nasional Partai Persatuan Pembangunan di Hotel Borobudur, Jumat, 15 April 2011."Jadi saya berharap, agar suara-suara miring yang masih menuding Islam segera dihentikan.”
Kejadian di Cirebon juga mendapat tanggapan dari amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), Abu Bakar Ba'asyir – yang saat ini diperkarakan dalam kasus terorisme.
Apa kata Ba’asyir? Seperti disampaikan asisten pribadinya, Hasyim Abdullah, Ba’asyir mengutuk aksi bunuh diri di dalam masjid Mapolresta Cirebon. Menurut dia aksi itu haram dilakukan oleh siapapun.
"Siapapun, beliau (Ba'asyir) bilang kalau ngebom di masjid itu nggak boleh.  Itu kafir, itu salah," kata Hasyim menirukan ucapan Ba'asyir usai membesuk di Rutan Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat 15 April 2011."Orang shalat di bom itu apa maunya, untuk apa itu? Kafir itu.”

Hasyim mengatakan, Abu Bakar Ba'asyir tak bisa menduga siapa pelaku bom bunuh diri tersebut. "Tapi kalau mujahid, itu nggak mungkin ngebom masjid, tujuannya mungkin memecah belah," kata dia.
Sabtu, April 16, 2011 | 0 komentar | Read More

FOTO: Korban dan Pelaku Bom Cirebon

Aksi bom bunuh diri terjadi di Masjid Az Dzikra kompleks Markas Polres Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat 15 April 2011.  Akibat aksi laknat itu, 26 orang terluka. Para korban dirawat di Rumah Sakit Pelabuhan, dan Rumah Sakit Pertamina Klayan.

Kapolres Cirebon Kota, Ajun Komisaris Besar Herukoco adalah korban dengan luka paling serius. Dia kini dirawat di Rumah Sakit Pertamina. Bagian belakang kepala hingga tubuhnya terkena serpihan bom.

Bom itu meledak saat salat Jumat dimulai, dan Herukoco berada di barisan kedua jamaah salat, dekat sejumlah pejabat di Polresta Cirebon. Bom meledak sekitar pukul 12.30 WIB. Bom diledakkan seorang jemaah yang tak diketahui identitasnya, dan diduga aksi bom bunuh diri.
Jasad pelaku aksi bom itu dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses identifikasi. Tim dokter kepolisian akan melakukan autopsi jenazah pelaku berpakaian hitam-hitam itu.
Korban luka-luka antara lain:

1. Kapolres Cirebon Kota, AKBP Herukoco
2. Kabag Sumda
3. Kasat Intelkam
4. Bripda Anton Helmi
5. Kasat Lantas
6. Kanit Propam
7. Iptu Harsita
8. Aiptu Sukirno
9. Aiptu Tata Kurniawan
10. Aiptu Yon Patriono
11. Briptu Septian
12. Briptu Devan
13. Aipda Durahim
14. Pengtu Mashuri
15. Pendatu Teten Rustendi
16. Pendatu Dedi
17. Briptu Sugiarto
18. Ipda H Mukali
19. Briptu Heri
20. Briptu Ade Kartiwa
21. Aiptu Edi Heryadi
22. Yadi
23. Bripda Asnawi Latif
24. Rahmat Sunyoto
25. Bripka Suratmoko
26. Bripka Rozak
Jumat, April 15, 2011 | 0 komentar | Read More

Tifatul: Masyarakat Jangan Terpancing Amarah

Menkominfo, Tifatul Sembiring, mengharapkan masyarakat tidak terpengaruh dan terpancing amarah atas kejadian bom bunuh diri di Masjid Mapolresta Cirebon, Jumat 15 April 2011.

"Masyarakat jangan sampai terprovokasi dengan hal seperti ini," ujar Tifatul di Kantor DPP PKS, Jakarta, Jumat malam 15 April 2011.

Tifatul meminta kepolisian segera mengusut tuntas kejadian tersebut agar tidak muncul beragam spekulasi di benak masyarakat. "Di situ katanya ada tersangka yang meninggal, nah, kepolisian harus segera mengungkap itu," kata Tifatul.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuat berbagai spekulasi mengenai siapa pihak yang ada di balik aksi peledakan bom itu. Apalagi, spekulasi yang mengaitkan dengan aksi peledakan bom dengan agama tertentu.

"Sebab kalau terlalu banyak spekulasi, nanti bisa semakin kacau. Silakan polisi secara profesional (mengungkap kasus itu)," tuturnya.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meyakini bisa mengendus siapa pelaku bom bunuh diri itu. Polisi juga memastikan ledakan bom itu merupakan kejadian dengan modus yang terbilang baru.
Dalam keterangan polisi, ada 26 korban luka-luka. Seluruh korban saat ini masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit di Kota Cirebon, Jawa Barat. Dari seluruh korban, Kapolres Cirebon Kota, Ajun Komisaris Besar Herukoco merupakan korban yang luka parah.
Dia menjalani perawatan di Rumah Sakit Pertamina. Bagian belakang kepala hingga tubuhnya terkena serpihan bom.
Jumat, April 15, 2011 | 0 komentar | Read More

Rusia Ajak Indonesia ke Ruang Angkasa

Dalam pembukaan seminar, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander A. Ivanov Ph.D berbagi kenangannya tentang sosok Yuri Gagarin. Ia mengatakan, saat itu ia masih berusia 9 tahun saat Yuri Gagarin melakukan penerbangan. Meski demikian, Ivanov mengaku mengingat dengan jelas apa yang terjadi kala itu.
"Setelah Yuri terbang, orang-orang berkumpul di jalanan di Moskow, semuanya tersenyum dan tertawa," ungkapnya.
Menurut Ivanov, keberhasilan Gagarin saat itu tak cuma membuat bahagia publik Rusia saja, tetapi juga dunia. Ia juga mengatakan bahwa keberhasilan Gagarin menandai semakin majunya peradaban manusia.
Dalam kesempatan itu, Ivanov juga menunjukkan beberapa foto yang dipasang di ruang Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia. Salah satu foto yang ditunjukkan adalah foto Presiden Soekarno berjejer dengan Yuri Gagarin.
Soekarno bertemu dengan Yuri Gagarin pada Juni 1961, hanya 2 bulan setelah penerbangan pertama ke antariksa itu. Soekarno juga bertemu dengan Sergei Korolyov, desainer Vostok 1, pesawat yang digunakan Gagarin.
Ivanov mengatakan, foto itu menandai dekatnya hubungan Rusia-Indonesia. Karenanya, ia berharap bangsa Indonesia juga mengenang hari ini sebagai peringatan kedekatan hubungan Indonesia-Rusia.
"Pada awal tahun 60-an, Rusia yang waktu itu merupakan Uni Soviet dan Indonesia membuat langkah bersama untuk mengembangkan Indonesia sebagai negara yang baru saja merdeka," ungkap Ivanov. Ia berharap, kerja sama antara Rusia dan Indonesia tetap berlanjut, termasuk dalam bidang antariksa.
Hal yang sama juga diungkapkan Direktur Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, Yuri N Zozulya. Zozulya mengatakan, "Secara pribadi, impian saya pribadi, saya ingin mengirimkan kosmonot Indonesia untuk terbang menggunakan pesawat kami. Ini seperti yang kita lakukan dengan negara lain."
Namun, ia menuturkan bahwa ia sendiri tak berhak untuk memutuskan. "Semua tergantung pada keputusan di tingkat pemerintah," katanya. Ia mengatakan, sebelumnya Rusia telah menerbangkan kosmonot asal Malaysia.
Kerja sama Indonesia-Rusia dalam bidang antariksa berlangsung dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah rencana proyek peluncuran roket antariksa dari Pulau Biak, Papua. Saat ini, rencana belum terwujud karena menunggu RUU Keantariksaan disahkan menjadi undang-undang.
Rabu, April 13, 2011 | 0 komentar | Read More

Mau Tau Kunci Utama Pertumbuhan Ekonomi?

JAKARTA - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan konektivitas antar wilayah yang berbasis pada pengembangan sarana infrastruktur merupakan kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. "Pertumbuhan ekonomi cepat harus didukung infrastruktur, kuncinya connectivity. Infrastruktur tak memadai akan membuat ekonomi bisa cepat 'panas' dan respon permintaan jadi terhambat," ujarnya dalam sambutannya pada 'Indonesia International
Infrastructure Conference and Exhibition' (IIICE) 2011 di Jakarta, Selasa (12/4).

Untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, pemerintah terus berupaya menghilangkan hambatan birokrasi dengan merevisi peraturan dan regulasi serta mempercepat pengesahan UU Pengadaan Lahan. "Kami akan merevisi UU dan peraturan untuk mendukung pembangunan infrastruktur. Kami sadari banyak hambatan, kami akan melakukan perbaikan sistem pertanahan, memperkecil risiko harga tanah, land freezing, dan diharapkan tahun ini selesai sehingga ada kepastian agar tanah lebih berkeadilan," ujarnya.

Selain itu, partisipasi swasta domestik dan luar negeri sangat dibutuhkan karena keterbatasan pemerintah dalam pembiayaan proyek-proyek infrastruktur sebagai bagian dari rencana percepatan dan perluasan ekonomi Indonesia. "Karena kami mengalokasikan anggaran Rp 500 triliun dalam empat tahun ke depan dan ini kecil dibandingkan total yang kita butuhkan," ujarnya.

Ia mengharapkan acara konferensi dan eksibisi ini dapat menumbuhkan minat investor serta menghasilkan informasi timbal balik antara pemerintah, pemangku kepentingan dengan para peserta mengenai skema pembiayaan infrastruktur yang ideal dalam bentuk Public Private Partnership (PPP). "Jadi investor peminat bisa melihat bagaimana kita mengatasi hambatan dalam bidang regulasi yang dirasakan mengganggu pembangunan infrastruktur dan sharing view bagaimana program PPP itu kita laksanakan," ujarnya.

IIICE merupakan forum para pejabat pemerintah dengan sektor swasta dalam upaya bersama untuk pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan inisiatif Kamar Dagang dan Industri (KADIN) yang didukung oleh Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Nasional dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Kadin menggandeng PT Infrastruktur Asia untuk penyelenggaraan acara ini selama empat tahun ke depan. IIICE 2011 dihadiri lebih dari 800 delegasi dengan 87 pembicara dan 13 moderator termasuk menteri, gubernur, CEO dan para pemimpin industri infrastruktur. Selain konferensi, IIICE juga diisi anjungan-anjungan perusahaan-perusahaan infrastruktur dan pendukungnya.
Rabu, April 13, 2011 | 0 komentar | Read More

HTC Sensation 4G Segera Meluncur ke Pasar

JAKARTA--T-Mobile secara resmi meluncurkan smartphone Android terbaru, HTC Pyramid, yang akan di-branding ulang dengan nama HTC Sensation 4G seperti yang dilakukannya terhadap produk HTC sebelumnya, EVO 3D.

Ponsel itu berlayar Super LCD 4,3 inch, dilengkapi prosesor dual-core 1.2 Ghz dan sistem operasi Android Gingerbread (Android OS 2.3.3) dengan HTC Sense 3.0, kata laporan yang ditulis oleh gadget.com.

Yang membuat ponsel pintar ini unik adalah handset 3D, kamera 8 megapixel dengan LED flash, dan kemampuan merekam video hingga 30 frame per detik dengan resolusi 1080p. Sudah tentu, smartphone itu dilengkapi dengan HSPA+ 14,4 Mbps.

Sementara aplikasi HTC Sense 3.0 terbaru memperkenalkan berbagai tweak, termasuk lock screen yang bisa di-customize, transisi 3D, aplikasi cuaca yang diperbarui, dan HTC Watch yang memungkinkan pengguna mengunduh film berkualitas DVD.

HTC Sensation akan diluncurkan di Inggris, Jerman, dan pasar utama Eropa pada pertengahan Mei melalui operator Vodafone.
Rabu, April 13, 2011 | 0 komentar | Read More

Sony Ericsson Buka Channel di Android Market

JAKARTA--Sony Ericsson akhirnya 'jualan' aplikasi dan konten di Android Market. Vendor ponsel ini tercatat sebagai manufaktur pertama yang memanfaatkan pasar aplikasi dan konten virtual yang dikembangkan untuk pengguna Android dengan membuka channel di Android Market.

Keterangan resmi Sony Ericsson menyebutkan bahwa layanan ini mulai dioperasikan hari ini. Langkah ini juga dimaksudkan untuk memberi kemudahan kepada pada pengguna ponsel Sony Ericsson mendapatkan informasi dan rekomendasi aplikasi dan konten. Metode ini diharapkan mampu meningkatkan 'kemampuan' ponsel Sony Ericsson yang digunakan sekaligus memberikan pengalaman yang menyenangkan kepada penggunanya.

Channel Sony Ericsson di Android Market bisa diakses melalui home screen Android Market.Untuk masuk ke channel Sony Ericsson, pengguna tinggal menekan tombol Apps di home screen Android Market. Selanjutnya pengguna akan masuk ke store Sony Ericsson.
Sekalipun telah berpindah, Apps di tombol home screen tak akan hilang.
Rabu, April 13, 2011 | 0 komentar | Read More

Ulat Bulu Serbu Jakarta, Bali Waspada

Ulat bulu bikin cemas. Mereka berbiak begitu cepat.  Semula bisa dihitung jari, lalu jadi ratusan, ribuan  dan bahkan jutaan. Dalam dua hari saja, puluhan ribu ulat menyerbu tujuh kabupaten di seantero Bali. Rombongan ulat ini merambat pohon.  Menempel di dedaunan.  Pulau itu sudah wabah ulat bulu. Warga cemas. Pemerintah bergegas.
Semenjak Rabu, 13 April 2011, pemerintah propinsi menetapkan seluruh Bali sebagai daerah waspada ulat bulu. “Wabah ulat bulu di Bali berstatus ancaman,” kata Kepala Dinas Pertanian, Tanaman dan  Pangan Provinsi Bali, Made Putra Suryawan.
Walau untuk sementara penyebaran ulat bulu itu masih sporadis, kata Suryawan, bukan tak mungkin akan massif di seluruh wilayah. Itu sebabnya pemerintah sudah menyebar surat panduan. Warga diminta tidak membunuh hewan pemakan ulat. Seperti semut rangrang dan burung cerukcuk.
Serangan ulat bulu itu tidak hanya mencemaskan Bali, tapi juga sejumlah provinsi di Indonesia. Wabah ini bermula dari Probolinggo. Tanggal 30 Maret 2011, tujuh desa di situ diserbu ulat bulu. Diperkirakan jutaan ulat bulu itu bergelantungan di pepohonan. Menempel di dinding sekolah.  Warga takut ulat bulu itu masuk rumah.
Sejumlah warga sudah terserang penyakit gatal-gatal. Itu sebabnya warga dan pemerintah ramai-ramai melakukan pengasapan dan menyemprot dengan pestisida. Repotnya tidak semua ulat lumpuh dengan dua cara itu. 
Warga dan pemerintah lalu menambah cara lain. Ratusan dahan pohon yang sudah dihinggapi ribuan ulat bulu terpaksa dipangkas.
Sesudah di Probolinggo itu, ulat bulu juga muncul di kabupaten lain di Jawa Timur. Beberapa hari berselang muncul juga di Bali dan banyak pula yang menyerang  Nusa Tenggara Barat. Dari Medan juga dilaporkan bahwa ribuan ulat bulu ramai hinggap di dedaunan.
Wabah Ulat bulu juga terjadi di Jakarta. Terlihat semenjak akhir pekan lalu, ribuan kawanan ulat itu hinggap di pepohonan di Tanjung Duren, Grogol Jakarta Barat. Warga menghadang dengan metode pengasapan. Juga mengunakan cairan insektisida.
Sayang, cara itu kurang manjur. Hingga Rabu 13 April 2011, ribuan ulat bulu masih bergelayut di dahan dan dedaunan Cemara di wilayah itu. Jumlahnya memang berkurang  jika dibanding dengan sebelum disemprot.
Warga diminta tenang. Tidak panik. Sebab ulat itu tidak berbahaya.
Pemerintah meminta warga agar memberi kabar jika ulat bulu itu masih menyerbu pepohonan.  “Kami akan menangganinya dengan baik,” janji Kepala Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan Jakarta Barat, Bambang Wisanggeni.
Agar kordinasi mudah. Bambang menyebarkan nomer telepon yang sesewaktu bisa dihubungi jika ulat bulu menyerbu pohon di halaman. Nomor 0821-11283676 dan 021-58356239.
Di ibukota, sejauh ini ulat bulu itu memang baru menyerbu wilayah di Jakarta Barat, tapi pemerintah sejumlah wilayah lain sudah bersiaga. Siaga itu memang penting sebab meski tidak berbahaya, ulat bulu bisa bikin gatal.
Terparah Sepanjang Sejarah
Bukan pertama kali terjadi. Wabah terjadi saban tahun. Sudah musiman. Sejumlah desa di Probolinggo, misalnya, sudah jadi langganan ulat yang bikin gatal ini. Hanya saja, menurut catatan pemerintah Jawa Timur, serangan kali ini terparah sepanjang sejarah.
Di sejumlah daerah --yang kini ramai diberitakan soal wabah ulat ini-- saban tahun juga begitu. Diserang ulat bulu. Rata-rata serangan kali ini memang terhitung paling parah. Rusdiyanto, seorang warga di Tanjung Duren Jakarta Barat menuturkan bahwa kasus seperti ini terjadi setiap tahun. “Cuma biasanya akan hilang dengan sendirinya.”
Mengapa kini ulat bulu itu datang dalam jumlah yang besar, juga karena ada sebabnya. Menurut Bambang Wisanggeni, jumlah ulat kian banyak lantaran perubahan iklim. Iklim yang belakangan cenderung lembab menyebabkan menurunnya populasi burung cerukcuk dan semut cangkrang. Padahal, lanjut Alumni Universita Jenderal Soedirman Purwokerto itu, dua jenis hewan itu adalah pemakan ulat bulu.
Karena jumlah predator ulat bulu ini berkurang drastis maka jumlah mereka berbiak dengan cepat. “Berkurangnya jumlah burung dan semut cangkrang, menyebabkan rantai makanan tidak normal lagi,” kata Bambang.
Lantaran  perubahan itu, perlu penelitian yang mendalam soal jenis ulat bulu ini, dan juga cara efektif dalam menaklukannya. Itu sebabnya sejumlah sampel ulat bulu itu dibawa ke Institut Pertanian Bogor untuk diteliti.
Rektor Institut Teknologi Sepuluh November, Priyo Suprobo, mendesak pemerintah membentuk tim khusus guna mengatasi wabah ulat bulu ini. Tim ini bekerja mengambil sampel di lapangan, lalu menelitinya di laboratorium.
Dalam kajian ITS, kata Priyo, wabah ulat bulu ini terjadi lantaran berkurangnya pepohonan dan sumber makanan utama bagi ulat. Dia menganjurkan agar warga menanam pohon di sekitar rumah. ITS sendiri sudah  menanam ratusan pohon akar tunjang di lahan seluas 20 hektar.
Kampus ini juga melepaskan ratusan burung kutilang dan peking. “Kalau banyak burung, maka nanyak ulat yang akan dimakan, “ kata Priyo.
Rabu, April 13, 2011 | 0 komentar | Read More
 
HEAD LINE NEWS | JIKA ANDA INGIN BERIKLAN BERSAMA KAMI, SILAHKAN HUBGUNI KAMI UNTUK LAYANAN BERIKLAN BANNER DI HALAMAN BLOG KAMI